Ramadan selalu datang setiap tahun. Namun, tidak semua orang benar-benar “menyambutnya”.
Sebagian hanya menunggu perubahan jam makan, jadwal sahur, dan waktu berbuka. Padahal dalam Islam, menyambut Ramadan adalah sikap hati sebelum menjadi aktivitas fisik.
Al-Qur’an dan Hadis menggambarkan Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi momen besar pendidikan ruhani, taubat, dan perubahan hidup. Lalu, apa sebenarnya makna menyambut Ramadan menurut Islam?
Ramadan, Bulan yang Allah Istimewakan
Allah ﷻ tidak menyebut Ramadan sebagai bulan biasa. Ia adalah bulan yang dipilih langsung oleh Allah sebagai waktu turunnya Al-Qur’an.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Menyambut Ramadan berarti menyambut petunjuk, bukan hanya menahan lapar.
Makna Menyambut Ramadan, Bukan Sekadar Menunggu, Tapi Bersiap
Dalam Islam, menyambut Ramadan bukan dengan pesta atau perayaan fisik, melainkan dengan persiapan iman. Para ulama menyebutnya sebagai isti‘dād rūḥī (kesiapan ruhani).
Rasulullah ﷺ dan para sahabat bahkan mempersiapkan diri jauh sebelum Ramadan tiba.
Menyambut Ramadan dengan Rasa Gembira Iman
Rasa gembira menyambut Ramadan bukan gembira duniawi, tetapi bahagia karena datangnya kesempatan taat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa kedatangan Ramadan adalah kabar gembira, bukan beban.
Jika hati terasa berat menyambut Ramadan, bisa jadi iman kita yang sedang lemah – dan Ramadan justru datang untuk mengobatinya.
Menyambut Ramadan dengan Taubat
Salah satu makna terdalam menyambut Ramadan adalah membersihkan diri sebelum memasuki bulan suci.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
(QS. At-Tahrim: 8)
Ramadan bukan hanya waktu meninggalkan makan dan minum, tetapi meninggalkan dosa yang biasa dilakukan.
Menyambut Ramadan tanpa taubat ibarat membersihkan rumah tanpa membuang sampahnya.
Menyambut Ramadan dengan Meluruskan Niat
Banyak orang berpuasa karena ikut-ikutan, budaya, atau sekadar rutinitas tahunan. Padahal nilai puasa terletak pada niat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kata īmānan waḥtisāban menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi ibadah sadar dan penuh harap kepada Allah.
Menyambut Ramadan dengan Kembali ke Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, maka menyambutnya berarti menghidupkan kembali hubungan dengan Al-Qur’an.
Para salaf dahulu:
- mengurangi aktivitas dunia,
- memperbanyak tilawah,
- dan memperdalam tadabbur.
Karena Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk mengubah arah hidup.
Menyambut Ramadan dengan Tekad Perubahan Akhlak
Tujuan akhir puasa adalah takwa, dan tanda takwa terlihat pada akhlak.
Allah ﷻ berfirman:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“…agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Menyambut Ramadan berarti bertanya pada diri sendiri:
- Akhlak apa yang ingin aku perbaiki?
- Dosa apa yang ingin aku tinggalkan?
- Kebiasaan buruk apa yang harus berhenti setelah Ramadan?
Menyambut Ramadan adalah Sikap Hati
Ramadan tidak membutuhkan sambutan meriah,
tetapi hati yang siap tunduk dan berubah.
Karena boleh jadi:
- Ramadan datang,
- puasa dijalankan,
- tapi hati tetap sama seperti sebelumnya.
Semoga kita termasuk orang yang menyambut Ramadan dengan iman, taubat, dan harapan, sehingga Ramadan benar-benar menghidupkan jiwa, bukan sekadar mengubah jadwal makan.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَتَقَبَّلْ مِنَّا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ


